Merhaba :)
Whoaa, it's a blogging time again!
Perjalanan ke Turki ini rasa-rasanya sangat wajib buat dishare karena ini perjalanan termahal dan terjauh gw, wajarlah ya biasanya ke wilayah asia tenggara dan sekitarnya aja. Oleh karena itu, sayang sekali kalau uang yang udah dikeluarkan terbuang sia-sia tanpa ada coretan atau foto perjalanan yang bisa disharing agar tetap membekas.
Negara yang berada diantara benua Asia dan Eropa ini sangat layak dikunjungi. Keinginan ini muncul ketika gw selesai menjalani umroh pada akhir tahun 2014 dimana rombongan umroh saya terbagi menjadi 2, ada yang lanjut ke turki dan ada yang langsung pulang ke tanah air, termasuk gw dan mama. Alasan gw tidak lanjut ke turki saat itu karena paket umroh + turki lebih mahal sementara destinasi yang dikunjungi hanya sekitar istanbul dengan waktu yang terbatas. Padahal dari informasi yang gw dapet by googling, banyak sekali tempat-tempat indah dan islami yang pantas dikunjungi dan dihayati tidak dalam waktu yang singkat (halah). Dari situ saya bertekad ingin pergi ke Turki tanpa travel agen untuk mengunjungi tempat-tempat yang gw inginkan. Ceritanya sih wisata rohani biar iman semakin kuat, pret!
Jadilah gw mulai browsing tiket dan cari geng jalan buat mewujudkan tujuan saya ini dan alhamdulillah akhirnya kesampaian Mei 2016 ini. Ahey!
Geng jalan kali ini ada 4 personel, yaitu gw, Mega, Liya dan Otto. Yup, 3 cewe dan 1 cowo. Liya dan Otto adalah teman kantor gw yang beda bagian bahkan beda dunia, haha. sedangkan Mega adalah teman kuliah gw yang juga 1 kampus sama Otto meskipun beda angkatan, dan Mega juga udah kenal sama Liya, jadi sebenernya kami semua udah cukup nyambung dalam hal pertemanan.
Perjalanan ini dimulai dari pembelian tiket pesawat pada bulan November 2015 ketika ada sale 25% dari maskapai Qatar Airways dan kami dapet harga 8 juta pp untuk tanggal 30 April - 9 Mei 2016 (10 hari) dengan rute berangkat Kuala Lumpur - Istanbul dan pulangnya Istanbul - Jakarta. Sebenarnya harga itu tidak termasuk murah untuk ukuran sale-nya Qatar, tapi berhubung kami memprioritaskan pergi di tanggal cantik (kena tanggal merah 2 hari biar cutinya dikit) maka kami tetap ambil diharga itu.
Untuk urusan visa Turki sangat mudah karena hanya butuh VOA (Visa on Arrival) atau dapat juga apply e-visa dengan biaya USD25. Kami memilih apply e-visa untuk mempersingkat waktu antrian VOA ketika tiba di Turki, selain itu karena pengisian e-visa sangat cepat dan mudah, bukti e-visa tersebut langkung terkirim ke email ketika kami selesai melakukan pembayaran. Nguap sebentar langsung jadi, cling!
Berikutnya kami menentukan kota yang akan kami singgahi agar dapat melakukan proses selanjutnya, yaitu booking hotel dan menentukan transportasi yang sesuai dari dan ke kota tersebut. Kami memutuskan kota yang kami singgahi adalah; Istanbul (transit) - Cappadocia - Pamukkale - Selcuk - Bodrum - Istanbul. Kami awalnya agak khawatir 5 kota ini terlalu padat untuk disinggahi dalam waktu 10 hari, tapi setelah browsing lagi kami yakin kalau waktunya cukup.
Hampir semua hotel/ hostel kami pesan melalui booking.com karena rata-rata hotel disini free cancellation, cocok untuk kami yang masih galau menentukan pilihan. Selain itu, kami juga booking pesawat domestik untuk perjalanan antar kota yang cukup jauh, seperti destinasi pertama, yaitu Istanbul - Cappadocia dan juga untuk destinasi terakhir, Bodrum - Istanbul. Pilihan pesawat kami jatuh pada Pegasus Airways karena harganya paling murah diantara yang lain, mungkin kayak Air Asia disini kali ya. Kami agak menyesal karena baru booking pesawat lokal sebulan sebelumnya, padahal ketika kami lihat web 3 bulan sebelumnya, harganya hanya setengah dari harga yang kami pesan yang mana hanya berkisar 200 ribu aja. Yasudah lah ya, nasi sudah menjadi bubur, waktu tidak bisa kembali, kalau uang kan masih bisa dicari, hihi.
Persiapan berikutnya adalah tuker mata uang asing, yaitu USD atau Euro di Indonesia untuk ditukar ke dalam mata uang Lira ketika tiba di Turki. Hal ini dilakukan karena di Indonesia tidak beredar mata uang Lira dan di Turki pun tidak beredar mata uang rupiah, jadi caranya seperti ini. Kalau tidak mau ribet 2 kali tukar seperti ini, alternatif lain yang bisa dilakukan adalah menarik uang dari ATM yang ada disana. Itupun sangat mudah, namun ada biaya administrasi yang harus dikeluarkan setiap tarikan. Untuk memperkecil biaya, bisa dilakukan 1 kali tarikan dalam jumlah banyak dan untuk beberapa orang sekaligus selama limit transaksi masih dimungkinkan.
Hal yang kami pikirkan juga adalah paket data untuk komunikasi di Turki. Beberapa teman ada yang menyarankan provider Avea jika ingin mengganti sim card Turki, namun jika tidak maka dapat juga menggunakan paket roaming data dari provider di Indonesia salah satunya adalah Telkomsel yang mengenakan tarif sekitar 70 -100an ribu per hari tergantung berapa lama paket yang kita inginkan.
Namun, mengingat harga tersebut masih berat dikantong, maka kami berniat mengandalkan wifi yang ada di seluruh penjuru tempat di Turki. Semoga semesta mendukung.
Sekian dulu preambule dari gw, cerita detailnya ada dipostingan selanjutnya ya.

