Kalisuci, 6 Juli
2012
Asik, saya senang wisata air!
Ini pertama kalinya saya merasakan yang namanya cave tubing (caving), yaitu menyusuri sungai yang mengalir melewati goa-goa menggunakan ban dalam. Lokasinya di kabupaten Gunung Kidul, berjarak 2 jam perjalanan dari Kota Jogja kearah Wonosari. Biaya per orang sebesar 65 ribu rupiah dengan minimal rombongan sebanyak 5 orang. Jika anda datang dengan rombongan kurang dari 5 maka biaya yang dikenakan sesuai dengan tarif 5 orang.
Asik, saya senang wisata air!
Ini pertama kalinya saya merasakan yang namanya cave tubing (caving), yaitu menyusuri sungai yang mengalir melewati goa-goa menggunakan ban dalam. Lokasinya di kabupaten Gunung Kidul, berjarak 2 jam perjalanan dari Kota Jogja kearah Wonosari. Biaya per orang sebesar 65 ribu rupiah dengan minimal rombongan sebanyak 5 orang. Jika anda datang dengan rombongan kurang dari 5 maka biaya yang dikenakan sesuai dengan tarif 5 orang.
Selain Kalisuci, terdapat lokasi
lain untuk melakukan aktivitas caving, yaitu Goa Pindul yang masih berada di
wilayah Gunung Kidul. Berdasarkan informasi, jarak tempuh caving pada Goa
Pindul lebih pendek, selain itu disana hanya terdapat satu goa. Hal tersebut
yang membuat kami lebih memilih Kalisuci dibandingkan Pindul walaupun tarif di
Pindul lebih murah, yaitu 30 ribu rupiah.
Ketika saya tiba di Kalisuci,
hari sudah menjelang siang, kebetulan pada hari jumat itu hanya rombongan saya
yang berjumlah 5 orang yang datang, mungkin karena bertepatan sama sholat jumat
pada saat itu.
Persiapan sebelum mulai, kami
dibekali peralatan seperti helm pelindung, pelampung dan pengaman lutut serta
ban dalam besar yang digunakan untuk menghanyutkan diri di sungai. Untuk menuju
start point di tepi sungai, dari
basecamp kami jalan kaki menurun sedikit melewati jalan tanah dan bebatuan.
| pose sebelum caving |
Selama caving, kami didampingi
oleh tiga orang guide, satu orang memberikan penjelasan tentang tempat ini,
satu orang lagi mendokumentasikan perjalanan kami selama caving, dan satunya
membantu mengangkut peralatan seperti ban dalam. Sebelumnya kami sudah memesan kepada provider
Kalisuci untuk sewa kamera serta minta difotokan oleh guidenya dengan biaya
yang disepakati yaitu sebesar 100 ribu rupiah. Dengan harga itu, kami mendapatkan
softcopy foto yang disimpan dalam cd
dengan jumlah foto tidak terbatas.
Kondisi debit air sungai pada
saat itu dibawah normal, warna air hijau kebiruan dan tidak keruh. Ada dua goa
besar yang kami lewati saat caving, goa yang pertama cukup panjang, cahaya dari
luar tidak dapat masuk hingga ke bagian dalam sehingga diselimuti kegelapan.
Goa yang kedua lebih pendek sehingga cahaya dapat masuk menembus goa.
Langit-langit goa dihuni oleh kelelawar, sesekali ada tetesan air yang jatuh
dari atas goa, entah itu pipis kelelawar atau air dari dinding goa. Terkadang
terdengar suara yang berasal dari langit-langit goa, namun kegelapan
menyulitkan kami melihat aktivitas kelelawar tersebut.
Sepanjang menyusuri sungai, arus
air cukup tenang, terkadang tubuh kami yang berada diatas ban harus dibantu
dengan dorongan agar bisa bergerak mengikuti aliran sungai Kalisuci. Di tengah
sungai itu juga terdapat batu besar yang tinggi, dapat dijadikan tempat untuk
berpose narsis dengan naik ketasnya. Batu besar itu juga dapat dinaiki hingga
keatasnya dan kemudian lompat kedalam air, byuuurr!
Jika bosan karena hanya duduk
diatas ban saja, kami dapat melepaskan ban dan berenang di sungai itu. Walaupun
siang hari, kami tidak merasakan panas terik karena sepanjang sungai tersebut
cukup rimbun dikelilingi pohon-pohon besar.
Untuk yang mengharapkan
terpacunya adrenalin di sungai ini, sebaiknya anda menyimpan harapan itu karena
disini tidak ada buaya yang mengejar-ngejar dan membuat anda panik, hihi. Ada
beberapa jeram yang membuat adrenalin sedikit terpacu, tapi menurut saya itu
masih kurang menantang, mungkin karena debit air pada saat itu berada dibawah
normal.
Yang paling saya suka ketika
caving yaitu duduk manis diatas ban dalam sambil menatap keatas melihat
pemandangan pepohonan dan sinar matahari yang terhalang oleh pohon, benar-benar
membuat damai.
Di ujung perjalanan, kami
melepaskan diri dari ban dalam dan beranjak naik mendaki bukit/ tebing tanah
yang cukup curam untuk kembali ke basecamp. Menurut saya disinilah letak
tantangannya. Disaat saya belum seminggu pulih dari tipes, saya jalan menanjak
dengan kondisi tanah yang licin, dikelilingi rumput dan semak, dan
kemiringannya cukup curam. Jarak menuju keatasnya cukup jauh namun terbantu
dengan adanya tali tambang sepanjang jalan sebagai pegangan.
Sesampainya diatas dengan nafas
masih terengah-engah, kami diberi minum. Mobil pick up pun sudah stand by untuk mengantar kami kembali ke
basecamp. Sesampainya di basecamp, kami membersihkan diri lalu melahap makan
siang (mi ayam) yang diberikan gratis oleh provider Kalisuci.
Ada sedikit masalah ketika kami
menunggu cd hasil jepretan selama caving tadi, ternyata foto-foto tersebut
tidak dapat di burn ke cd karena memory cardnya error. Setelah menunggu hampir setengah jam barulah
foto-foto tersebut berhasil dipindahkan, namun tidak ke dalam cd melainkan ke
laptop senior saya. Karena masalah tersebut, akhirnya provider Kalisuci
memberikan potongan harga foto tersebut sebagai permintaan maaf, horee!
Selesai sudah rangkaian caving di
Kalisuci, saatnya kami pulang kembali ke Jakarta, bye..

