Cave Tubing Kalisuci

Juli 07, 2012

Kalisuci, 6 Juli 2012


Asik, saya senang wisata air! 
Ini pertama kalinya saya merasakan yang namanya cave tubing (caving), yaitu menyusuri sungai yang mengalir melewati goa-goa menggunakan ban dalam. Lokasinya di kabupaten Gunung Kidul, berjarak 2 jam perjalanan dari Kota Jogja kearah Wonosari.  Biaya per orang sebesar 65 ribu rupiah dengan minimal rombongan sebanyak 5 orang. Jika anda datang dengan rombongan kurang dari 5 maka biaya yang dikenakan sesuai dengan tarif 5 orang.

Selain Kalisuci, terdapat lokasi lain untuk melakukan aktivitas caving, yaitu Goa Pindul yang masih berada di wilayah Gunung Kidul. Berdasarkan informasi, jarak tempuh caving pada Goa Pindul lebih pendek, selain itu disana hanya terdapat satu goa. Hal tersebut yang membuat kami lebih memilih Kalisuci dibandingkan Pindul walaupun tarif di Pindul lebih murah, yaitu 30 ribu rupiah.

Ketika saya tiba di Kalisuci, hari sudah menjelang siang, kebetulan pada hari jumat itu hanya rombongan saya yang berjumlah 5 orang yang datang, mungkin karena bertepatan sama sholat jumat pada saat itu. 

Persiapan sebelum mulai, kami dibekali peralatan seperti helm pelindung, pelampung dan pengaman lutut serta ban dalam besar yang digunakan untuk menghanyutkan diri di sungai. Untuk menuju start point di tepi sungai, dari basecamp kami jalan kaki menurun sedikit melewati jalan tanah dan bebatuan. 

pose sebelum caving
Selama caving, kami didampingi oleh tiga orang guide, satu orang memberikan penjelasan tentang tempat ini, satu orang lagi mendokumentasikan perjalanan kami selama caving, dan satunya membantu mengangkut peralatan seperti ban dalam.  Sebelumnya kami sudah memesan kepada provider Kalisuci untuk sewa kamera serta minta difotokan oleh guidenya dengan biaya yang disepakati yaitu sebesar 100 ribu rupiah. Dengan harga itu, kami mendapatkan softcopy foto yang disimpan dalam cd dengan jumlah foto tidak terbatas.

Kondisi debit air sungai pada saat itu dibawah normal, warna air hijau kebiruan dan tidak keruh. Ada dua goa besar yang kami lewati saat caving, goa yang pertama cukup panjang, cahaya dari luar tidak dapat masuk hingga ke bagian dalam sehingga diselimuti kegelapan. Goa yang kedua lebih pendek sehingga cahaya dapat masuk menembus goa. Langit-langit goa dihuni oleh kelelawar, sesekali ada tetesan air yang jatuh dari atas goa, entah itu pipis kelelawar atau air dari dinding goa. Terkadang terdengar suara yang berasal dari langit-langit goa, namun kegelapan menyulitkan kami melihat aktivitas kelelawar tersebut.




Sepanjang menyusuri sungai, arus air cukup tenang, terkadang tubuh kami yang berada diatas ban harus dibantu dengan dorongan agar bisa bergerak mengikuti aliran sungai Kalisuci. Di tengah sungai itu juga terdapat batu besar yang tinggi, dapat dijadikan tempat untuk berpose narsis dengan naik ketasnya. Batu besar itu juga dapat dinaiki hingga keatasnya dan kemudian lompat kedalam air, byuuurr!


Jika bosan karena hanya duduk diatas ban saja, kami dapat melepaskan ban dan berenang di sungai itu. Walaupun siang hari, kami tidak merasakan panas terik karena sepanjang sungai tersebut cukup rimbun dikelilingi pohon-pohon besar. 



Untuk yang mengharapkan terpacunya adrenalin di sungai ini, sebaiknya anda menyimpan harapan itu karena disini tidak ada buaya yang mengejar-ngejar dan membuat anda panik, hihi. Ada beberapa jeram yang membuat adrenalin sedikit terpacu, tapi menurut saya itu masih kurang menantang, mungkin karena debit air pada saat itu berada dibawah normal.  

Yang paling saya suka ketika caving yaitu duduk manis diatas ban dalam sambil menatap keatas melihat pemandangan pepohonan dan sinar matahari yang terhalang oleh pohon, benar-benar membuat damai. 


Di ujung perjalanan, kami melepaskan diri dari ban dalam dan beranjak naik mendaki bukit/ tebing tanah yang cukup curam untuk kembali ke basecamp. Menurut saya disinilah letak tantangannya. Disaat saya belum seminggu pulih dari tipes, saya jalan menanjak dengan kondisi tanah yang licin, dikelilingi rumput dan semak, dan kemiringannya cukup curam. Jarak menuju keatasnya cukup jauh namun terbantu dengan adanya tali tambang sepanjang jalan sebagai pegangan. 


Sesampainya diatas dengan nafas masih terengah-engah, kami diberi minum. Mobil pick up pun sudah stand by untuk mengantar kami kembali ke basecamp. Sesampainya di basecamp, kami membersihkan diri lalu melahap makan siang (mi ayam) yang diberikan gratis oleh provider Kalisuci.



Ada sedikit masalah ketika kami menunggu cd hasil jepretan selama caving tadi, ternyata foto-foto tersebut tidak dapat di burn ke cd karena memory cardnya error.  Setelah menunggu hampir setengah jam barulah foto-foto tersebut berhasil dipindahkan, namun tidak ke dalam cd melainkan ke laptop senior saya. Karena masalah tersebut, akhirnya provider Kalisuci memberikan potongan harga foto tersebut sebagai permintaan maaf, horee!

Selesai sudah rangkaian caving di Kalisuci, saatnya kami pulang kembali ke Jakarta, bye..

You Might Also Like

0 komentar

Instagram