Hong Kong & Macau Trip - Day 3

April 20, 2012

Day 3

Tujuan kita hari ini adalah Lantau Island, di wilayah ini ada Giant Buddha dan Disneyland.Pertama kita menuju ke Giant Buddha (Ngong Ping 360), dari MongKok naek MTR dan turun di Tung Chung. Dari situ nyambung naek bis nomer 23 dengan ongkos pp sebesar 35 HKD ke Giant Buddha yang letaknya masih diatas bukit. Sebetulnya rencana awal kita mau naek cable car terutama yang crystal cabin (semua sisi termasuk bawahnya kaca) dari sekitaran Tung Chung ke Giant Buddha, namun untung tak dapat diraih malang tak dapat ditolak, ternyata cable car yang tersohor itu lagi maintenance selama 2 bulan, lama juga ya cuy, makanya kita akhirnya naek bis. FYI, cable car itu jaraknya sekitar 5,7 km menghubungkan Tung Chung dan Ngong Ping, dengan waktu tempuh sekitar 25 menit, lebih cepet dibandingin naek bis dan viewnya juga menakjubkan dari ketinggian (katanya sih gituuu). Naek bis keatas makan waktu setengah jam, disalah satu sisi jalan terlihat semacam waduk yang apik. Disini kita gamau lama-lama soalnya mau ngejar ke Disneyland biar gak kesorean, jadi kita langsung naik ke Giant Buddha. Untuk sampai keatas harus menaiki 268 anak tangga, tapi ngeliat banyak orang yang semangat naik bikin rasa capek jadi ilang (padahal gw cuma naik setengah doang). Tempat lain yang bisa dikunjungi di daerah sini adalah Po Lin Monastery (sebuah tempat peristirahatan para biksu Budha sekaligus tempat makan bagi yang ingin makan siang dengan menu vegetarian), Ngong Ping Village, dan Wisdom Path.





Gerbang Giant Buddha
Giant Buddha
Selesai dari Giant Buddha jam 12an, kemudian kita kembali ke stasiun Tung Chung sebelum ke Disneyland buat makan siang di outlet mall yang cukup besar yaitu Citygate.  Disini ada lebih dari 80 merk internasional yang menawarkan diskon sepanjang tahunnya dari mulai 30% sampai dengan 70%.Toko-toko dengan brand internasional yang hadir di Citygate iniyaitu Crocs, Esprit, Giordano, Calvin Klein, Triumph, Guess, Levi's, Mango, Polo, Nike, Adidas, Puma dan masih banyak lainnya. Karena kita niatnya buat makan, makanya kita gak masuk ke toko2 itu yang diyakini meskipun udah diskon tapi harganya masih tetep mahal buat ukuran backpacker seperti kita (khususnya sih gw) kecuali bodyshop tentunya yang harganya masih terjangkau.

Perjalanan ke Disneyland dimulai dari stasiun Sunny Bay naek kereta yang dirancang khusus dengan ornamen-ornamen khas Disney, seperti jendela dan pegangan tangan bebentuk kepala Mickey Mouse.


Kereta Disney
Perjalanan kesana cuma makan waktu sekitar 10 menit.Sampe di Disneyland pastinya langsung foto-foto di semua spot yang identik sama Disney. Tempatnya luas, udah dikelompokan jadi beberapa zonatematikyaitu Tomorrowland, Fantasyland, Toy Story Land dan Adventureland. Pertama dateng langsung ke zonaTomorrowland yang letaknya ada di sebelah kanan Main Street U.S.A (jalan utama). Selain karena letaknya deket, di zona ini ada wahana seru namanya Space Mountain. Wahana ini semacam Roller Coaster indoor yangberjalan dalam gelap. Kita tinggal duduk dan merasakan kecepatan roller coaster tanpa mengetahui pola dari relnyadengan suasana ruang angkasa. Selesai menikmati wahana itu kita langsung ngumpul di jalan utama karena parade sore dimulai (sekitar jam 15.30).Rangkaian mobil hias dan rombongan penari bertemakan Disney memadati jalan2 utama seperti Mickey, Little Mermaid, Snow White, Donald Duck, Winnie The Pooh, TarzanBuzz Lightyear, Tinker Bell dan masih banyak lagi. Keceriaan anak2 kecil dan jiwa anak kecil dalam tubuh orang2 dewasa ikut memeriahkan parade yang sarat akan tarian dan musik yang ceria tersebut. 

Parade Disney
Disneyland
Setelah parade selesai, kita menuju ke Fantasyland karena ada temen yang excited pengen foto sama tokoh2 Disney terutama Princess kayak Snow White, Cinderella dan teman2nya. Selanjutnya kita ke Adventureland yang suasananya dibuat untuk berpetualang di sungai dan hutan, pokoknya kayak alam bebas deh. Wahananya juga gak jauh2 dari Tarzan2an. Oiya, di zona ini musiknya khas banget Indonesia, kayak irama Sunda atau Bali?! (agak lupa juga, pokoknya Indonesia banget deh :p). Disini kita naik wahana Raft’s to Tarzan’s Treehouse. Jadi kita naik ke Perahu yang kira2 muat 40 orang dan keliling sungai yang kiri kanannya dibuat seolah2 hutan yang banyak hewan2 buatan dan ada gunung berapi palsu juga, tapi keren soalnya mirip aslinya. Di perahu itu juga ada guide yang cerita selama perjalanan. Oiya sebelumnya pas antri juga dipisahin antara turis asing sama penduduk lokal soalnya kalo buat penduduk lokal guidenya pake bahasa mandarin sedangkan untuk turis pake bahasa inggris. Kita gak terlalu tertarik mencoba berbagai wahana karena sebagian besar permainan kurang memacu adrenalin dan lebih cocok untuk anak kecil jadi kita prefer nikmatin suasananya aja.Udah jauh2 kesini pastinya beli pernak-pernik Disneyland dong biarpun mahaaal! Gw beli pulpen yang ada siluet kuping Mickey dengan harga 35 HKD dan gantungan hp Mickey juga harganya 68 HKD.




Selesai dari Disneyland jam 6an sore dan kita buru2 balik buat nonton Symphony of A Light di Avenue of The Star. Yap, ini kedua kalinya kita ke daerah Avenue of The Star, bedanya kemaren kita kesana waktu pagi hari dan sekarang malam hari. Sekitar 1 jam perjalanan akhirnya sampe juga disana. Waktu udah hampir jam 8 dan daerah itu udah dipenuhi orang2 yang ingin menyaksikan pertunjukkan. Semua menunggu dipinggiran pelabuhan menghadap kearah gedung2 bertingkat yang letaknya disebrang. Ketika pertunjukkan dimulai semua kamera telah siap mengabadikan tarian lampu2 dari gedung2 bertingkat. Lampu berwarna-warni bergantian menyala diantara gedung bertingkat dan samar2 diiringi alunan melodi yang datar. Sesekali lampu laser ditembakkan ke udara menambah ramainya warna warni di langit. Beberapa menit kemudian kita mulai bosan dan berharap pertunjukkannya makin menarik, misalnya melodi yang datar itu berubah jadi lagu disko dan lampu2 juga makin heboh kelap kelip ditambah tembakan kembang api ke udara. Tapi semua itu ternyata gak kejadian, garing aja gitu jadinya selama kurang lebih 15 menit kita nonton lampu2 yang cukup monoton. Agak kecewa juga udah buru2 kesana tapi pertunjukkannya gak sesuai dengan yang dibayangkan, untung aja gratiiiiss ya, kalo bayar mah kita dah ngamuk2 ngerusak tuh gedung bertingkat! (lebayy). 

Symphony of a Light
Okay, saatnya balik ke hostel tapi bukan buat istirahat dong pastinya soalnya malem ini kan terakhir di hong Kong dan kita belum maksimal belanja bok! Jadi kita naro barang2 di hostel sama ngelurusin kaki bentar, abis itu kita taklukan daerah Argyle Street yang notabene adalah daerah tempat hostel berada. Dari awal kita udah mencar2, ada yang mau cari kosmetik, kutek, ke H&M dan beli oleh2 di ladies market. FYI, disini emang surganya belanja asal tau tempatnya dimana. Kalo mau cari kosmetik tinggal masuk aja ke Sasha, toko yang selalu ada dimana2 ini jual kosmetik dan parfum yang cukup lengkap dan harga bersahabat. Kita coba masuk salah satu mall disitu dan liat2 H&M, menurut gw sih barang dan harganya biasa aja makanya kita cuma selewat doang. Eh tiba2 gw nyadar kalo sekarang tuh malem minggu, gw ngeh soalnya dipinggir jalan banyak abg gahool yg ngumpul dan cekikikan sama temennya, ternyata gak jauh beda sama disini yah, tapi style mereka lebih oke sih, hihi.. Di jalan itu juga gw liat street dance yang keren (dancernya), seneng ih sama suasana kayak gini, beda sama di Jakarta soalnya.

Street Dance

Selain itu, yang beda di Hong Kong yaitu infrastruktur bangunannya. Semua bangunannya bertingkat, baik itu tempat tinggal, perkantoran maupun pertokoan, bener2 padet deh. Gw sih pas disana gak nemuin ada komplek perumahan kayak di Indonesia, semuanya disana tuh berupa rangkaian gedung2 bertingkat yang dempet2an. Selain itu gw juga gak nemu yang namanya motor!! Entah karena kita sering naik MTR yang notabene ada di bawah tanah atau karena emang beneran motor jumlahnya sangat sedikit jadinya gak keliatan. Yah, itu masih menjadi misteri hingga sekarang... (apasih!). Balik lagi ke urusan belanja, setelah puas muter2 dan berniat mau balik, tiba2 kita (gw, Rizka dan Yayi) menemukan secercah cahaya yang muncul dari lantai 2 gedung sebrang hostel. Kita ikuti arah cahaya itu berada karena ingin mengetahui maksud dibalik ini semua, dan... voila!! Terkuak sudah semua rahasia yang menyelimuti cahaya tersebut. Akhirnya kita menemukan toko sepatu boots yang super murah! Hahaha.. Semua sepatu yang ada di toko itu didiskon, bahkan gw akhirnya mendapatkan boots warna krem dengan harga 49 HKD (50 ribuan) saja sodara-sodara!! Gw syok campur seneng, bisa2nya ada boots semurah itu, gw curiga bahannya dari kertas dan sekali pake langsung ancur. Tapi tetep gw beli lahh, sukur2 awet sampe kakek nenek (loh?!). Yayi dan Rizka juga gak melewatkan kesempatan ini, mereka juga beli dengan harga murah meskipun gak semurah punya gw. Pulang dari toko itu dengan wajah berbinar2, eh tiba2 ketemu Tessa sama Sari yang liat barang bawaan kita dan mereka iriii, jadi kita anterin lah ke toko sepatu itu, tapi kesedihan tiba2 menyeruak karena toko itu udah tutup! Emang sih udah jam 12 malem dan mungkin bukan rejeki mereka. Baiklah, kita gak berlama2 lagi disana karena harus balik ke hostel dan istirahat buat perjananan besok ke Macau.


Boots Murmer

You Might Also Like

0 komentar

Instagram