Japan Trip - part 1
Februari 13, 2013
This is my ultimate trip so far. Not my dream country but
Japan deserves a visit!
Gak pernah ada niat buat ke
negara yang biaya hidupnya mahal ini, sampai ketika ada seorang temen yang
tiba-tiba ngajakin ke Jepang karena ada tiket murah dari Air Asia. Ibarat pucuk
dicinta ulam pun tiba, gw yang emang lagi haus akan kasih sayang
jalan-jalan langsung mencari pinjeman kartu kredit kemudian meng-iyakan tawaran
itu. Muree amat gw! Temen gw itu, sebut saja Tessa Mawar (nama asli
disamarkan), ternyata mendapatkan 2 korban lainnya selain gw. Jadilah pada
tanggal 28 Maret 2012 kita berempat beli tiket buat ke Jepang pas winter selama
7 hari untuk tanggal 20 - 27 Januari 2013.
Persiapan sebelum berangkat:
1. Nabung
Demi bersenang-senang kemudian, gw yang biasanya makan
siang dikantor gak mikirin berapa duit yang keluar buat beli nasi padang/ pecel
lele/ burger king, mulai saat itu gw bela-belain bawa makan siang dari rumah,
biar irit.
2. Bikin itinerary
Udah pasti googling ini mah. Buanyak banget blog orang
tentang traveling ke Jepang, dari trip dengan bugdet seharga pulau pribadi
sampe trip menderita. Kalo mau info lengkap dari situs juga banyak, ada http://www.japan-guide.com, http://gojapan.about.com/, http://www.jnto.go.jp/, http://www.lonelyplanet.com/japan,
dll.
3. Buat Visa
Paling lama dibuat 3 bulan sebelum keberangkatan dan
berlaku untuk kunjungan paling lama 15 hari. Proses pembuatan visa minimal 4
hari kerja dengan biaya sebesar 325 ribu. Webnya: http://www.id.emb-japan.go.jp/visa.html
4. Booking akomodasi
Transportasi dan hostel penting buat dibooking sejak
sebelum keberangkatan. Untuk hostel bisa langsung booking di http://www.hostelworld.com atau http://www.booking.com dan masih banyak web
lainnya. Range harga untuk hostel murah dan nyaman sekitar JPY 1500 - 2500. Jepang
menyediakan transportasi untuk turis dimana pembelian harus dilakukan di luar
Jepang, contohnya JR Pass. Gw gak make JR Pass karena kalau diitung-itung
jatuhnya mahal, untuk keterangan lebih lengkap tentang JR Pass bisa diliat di http://www.japan-rail-pass.com.
Transportasi yang gw booking yaitu Willer Bus di web http://willerexpress.com , yaitu bis antar
kota untuk perjalanan jauh yang makan waktu cukup lama. Willer bus ini gw
booking untuk perjalanan malam hari biar bisa sekalian bermalam di bis ini dan
menghemat biaya penginapan. Biaya transportasi dengan Willer Bus ini cukup
murah apalagi kalau kita booking paket Japan bus pass untuk perjalanan 3 atau 5
hari.
5. Cari kenalan yang tinggal di Jepang
Yang ini gak wajib, tapi kalo punya kenalan di Jepang
itu makin bagus buat mengirit biaya perjalanan disana. Syukur2 bisa numpang
nginep selama disana.
6. Outfit buat winter
Belanja perlengkapan winter ini bener-bener bikin
excited, rasanya pengen beli macem-macem coat, boots dan printilan kayak sarung
tangan, long john, kupluk, syal, dan lain-lain. Tapi ternyata susah juga nyari
yang pas di kantong pns macam gw ini, hihihi. Tempat yang gw datengin yang
harganya masuk akal yaitu di mangga dua. Disana ada beberapa toko yang menjual
perlengkapan winter, barang-barangnya lumayan oke dan cukup lengkap. Kalau mau
yang lebih murah lagi dan gak bermasalah dengan barang second, bisa mampir ke
gedung metro pasar baru dan pasar senen. Dan pada akhirnya, dua coat yang saya
beli adalah barang second hasil ngubek-ngubek kedua tempat itu.
Day 0
Kita transit di LCCT Kuala Lumpur untuk beberapa jam
aja, cukup buat makan siang dan ngemil-ngemil cantik sebelum melanjutkan
perjalanan ke Jepang dengan pesawat yang lebih besar, AirAsia Big. Gw baru
pertama kali naik pesawat sebesar itu, sebetulnya gak beda sama yang biasa
selain kapasitasnya yang lebih besar dan lebih lega, tapi suasana di dalem pesawat
sama banyak orang dari berbagai negara bikin hati berbunga-bunga riang gembira
meskipun gw gak kenal sama mereka, hehehe.
Sampe bandara Haneda di Tokyo udah malem (jam 22.30),
kita sengaja gak booking hostel buat malem ini karena berniat tidur di bandara.
Banyak spot yang nyaman di bandara yang gede dan keren ini, kita tinggal milih
aja mau tidur dimana. Gw gak nyangka kalo ternyata banyak rekan seperjuangan
yang juga tidur di bandara dan rata-rata mereka adalah orang indonesia! Jadi
berasa di pengungsian TKI nih, hahaha.
| Toilet anget nan canggih |
| Kalo bisa tidur gratis, kenapa harus cari yang bayar? hihi |
Day 1
Tujuan pertama ke Gunung Fuji tapi sebelumnya mampir ke
hostel daerah Shinjuku dulu buat taro
barang dan ngambil paket wifi yang udah dipesen waktu masih di Jakarta lewat
web http://www.econnectjapan.com. Jadi
rencananya, selama di Jepang kita gak mengaktifkan paket data dari provider
telepon manapun selain dari wifi ini buat ngirit biaya komunikasi. Biaya mobile
wifi ini murah banget untuk dipake sharing (maksimal 5 devices) sekitar JPY
6200 untuk 7 hari termasuk biaya kirim. Kalau udah selesai pakai tinggal
dipaketin aja dan dikirim balik lewat pos melalui kotak pos yang terdekat.
#EVENT1: Kepisah sama temen + nyasar waktu transit di
stasiun Shinjuku yang super padet pas perjalanan dari bandara menuju hostel. Gw
memutuskan langsung ke hostel dan berharap yang lain udah disana. Gw nanya ke
orang lokal (bapak2) arah menuju hostel dan si bapak yang gak ngerti bahasa
inggris itu berbaik hati menolong gw. Si bapak ninggalin barang bawaannya di
pinggir peron dan bawain tas gw yang berat itu lalu naik turun tangga stasiun
dan nganterin ke tempat seharusnya gw nunggu kereta. Baik banget sih paak!.
Kawaguchiko
Perjalanan makan waktu 2 jam naik Keio Bus dari
Shinjuku dengan biaya JPY 1.700 (one way). Dari pemberhentian bis di Kawaguchi,
kita jalan kaki menuju Lake Kawaguchi. Yang bikin kita seneng disini karena
daerahnya masih tertutup salju, ahey!! Meskipun gak ngerasain turunnya salju,
at least masih bisa maen lempar-lemparan bola salju. Cable car Kachi-kachi
ropeway yang rencananya kita naikin ternyata gak beroperasi. Di daerah ini juga
ada amusement park Fuji Q Highland dimana terdapat kumpulan roller coaster yang
masuk rekor dunia karena paling ‘mengerikan’ yang bikin organ tubuh berserakan dan
juga ada rumah hantu yang sama ngerinya dengan roller coaster. Waktu kita
kesana tempat ini juga lagi tutup, winter emang bikin beberapa tempat wisata
gak beroperasi.
#EVENT2: Gw make kaos kaki sebagai sarung tangan
karena sarung tangan gw ketinggalan di hostel. Waktu jajan di lawson, gw copot
sebelah buat merogoh uang. Dan waktu keluar Lawson ada cowo yang nyamperin gw
buat ngasih ‘sarung tangan’ yang ternyata tadi jatuh. Ahhh, bikin malu aja
jadinya, mungkin dia kira gw gak mampu beli sarung tangan, hahaha.
| Mt Fuji |
| Kawaguchi-ko |
Shibuya
Kita ke Shibuya 109 (fashion mall), patung Hachiko,
dan Shibuya Crossing (foto dari starbucks lantai 2 biar lebih jelas). Suka deh
sama suasana Shibuya di sore hari meskipun udaranya dingin, kita duduk-duduk di
sekitaran patung Hachiko sambil menikmati apple cinnamon crumble hangat yang
dibeli di toko pastry yang antriannya panjang.
| Shibuya Crossing |
Day 2
Pagi hari langsung checkout dari hostel menuju
Disneysea. Barang bawaan kita titipin di loker yang letaknya ada di setiap
stasiun kereta. Harganya pun murah, sekitar JPY 300 - 600 per hari, tergantung
ukuran lokernya.
Oiya, buat caritau tentang transportasi yang paling
efisien untuk bepergian di jepang, kita sangat mengandalkan http://www.hyperdia.com. Sebelum berangkat
ke Jepang kita udah browsing selengkap-lengkapnya tentang transportasi yang
paling murah untuk pergi ke suatu tempat biar gak boros dan gak bingung milih
transportasi.
Disneysea
Hari ini dikhususkan buat main-main di Disneysea
seharian.
Kenapa Disneysea? Sejatinya, di Jepang ini ada
beberapa taman hiburan yang besar seperti Universal, Disneyland, Disneysea dan
Fuji Q Highland (yang ini lagi gak beroperasi karena faktor cuaca). Tapi kita
memutuskan untuk ke Disneysea karena masih satu grup dengan Disneyland dimana
theme park ini lebih iconic dibandingkan Universal Studio.
Kenapa gak Disneyland? Karena wahana di Disneysea lebih
memacu adrenalin dibandingkan Disneyland yang lebih banyak ditujukan untuk
anak-anak. Selain itu, Disneysea lebih belakangan dibangun dari Disneyland
makanya kita berharap wahananya lebih modern dari Disneyland.
Meskipun udah
hampir seharian (dari jam 12 siang sampe jam 8 malem), ternyata belum cukup
untuk keliling Disneysea dan nyoba semua wahana karena: 1) Tempatnya besar
banget, dan 2) Antrian tiap wahana cukup panjang (rata-rata 2 jam). Disneysea
ini bener-bener bikin mata seger karena tempatnya yang keren banget dan
pengunjungnya yang rata-rata orang Jepang gak terkecuali orang dewasa yang niat
banget pake asesoris bertemakan Disney.
#EVENT3: Dianterin
sama petugas Disneysea ke halte Willer Bus yang jaraknya sekitar 1 km. Padahal
niatnya cuma mau nanya arah menuju halte itu aja, tapi tanpa ngomong apa2,
petugas itu nyuruh kita ikutin dia. Baiknyaaaa...

2 komentar
Baru baca gueee haha telat banget yak.. ah tapi postingan lo juga telat banget :p
BalasHapusIye iye gue yang ngajak, nama gue TESSA bukan Mawar hahaha tapi kamu juga suka kaaan :)
Kapan ngetrip lagiiiii
sorry mau nanya dimana ya halte willer bus di disney sea?
BalasHapussoalnya mau naik willer bus dari disneysea, tapi peta haltenya kurang jelas, thanks before