Turkey: Cappadocia

Oktober 12, 2016

Hari 1, 2 dan 3 (30 April, 1 dan 2 Mei 2016)

Daerah pertama yang kami kunjungi adalah Cappadociaa..
Rute kami adalah mengunjungi tempat yang paling jauh dulu kemudian mendekat ke hatimu ke arah perjalanan pulang dimana akan berujung pada kota Istanbul. Kalau dirunut sih urutannya yaitu dari daerah yang paling tradisional ke daerah yang paling modern.

Kami tiba di bandara Sabiha Gokcen Airport (SAW) di Istanbul pada sore hari jam 18.30, dilanjutin naik pesawat domestik menuju Goreme (daerah tempat kami menginap di Cappadocia) mendarat di bandara Kayseri menggunakan Pegasus Airways dengan waktu keberangkatan jam 23.55. Akses ke Cappadocia kalau naik pesawat bisa melalui dua bandara, yaitu Kayseri ataupun Nevsehir. Kalau dari segi jarak, Nevsehir lebih dekat ke Goreme tapi harga tiket pesawatnya lebih mahal, makanya kami gak pilih yang ini.

Ketika transit di Qatar bertemu bapak-bapak narsis
Proses kedatangan kami di bandara SAW dari KL ini cukup lancar, bagasi aman, antrian imigrasi pun tidak terlalu padat. Pada saat antri imigrasi, kami lupa nyiapin print-an e-visa dari email untuk ditunjukkan ke petugas. Pada saat itu juga kami coba download dari email tapi ternyata gak bisa karena gak ada fasilitas wifi gratis. Akhirnya, kami bilang apa adanya ke petugas tersebut dan kami dilolosin tanpa perlu nunjukkin visa. Yang gw bingung, apakah emang pemeriksaannya gak terlalu ketat ataukah karena petugas imigrasinya bisa meriksa daftar nama yang sudah mendaftar e-visa secara online? Hal tersebut masih menjadi misteri..

Sabiha Gokcen Airport
Selesai proses per-visa-an dan perkoperan, kami nyari money changer untuk nukerin euro yang kami punya dengan uang lira. Karena kami gak yakin rate di bandara itu oke, makanya kami hanya menukar lira secukupnya, berharap ada money changer yang lebih oke ratenya di tempat lain.
Waktu tunggu yang lama ini bikin kami mati gaya karena di bandara ini gak ada wifi hratis. Keliling bandara udah kami lakuin dan membosankan karena tempatnya kecil dan gak ada apa-apanya. Kami sempet tanya petugas apakah ada tempat nongkrong atau semacamnya yang ada di daerah dekat sini, dan mereka menyebutkan tempat bernama via port, semacam mall besar dengan banyak toko, factory outlet dan tempat makan yang jaraknya hanya sekitar 10 menit naik kendaraan. Sekilas kami kepikiran mau kesana, tapi..tapi..tapi.. masa jauh-jauh ke Turki mainnya di mall? harusnya kan mesjid.. (kibas jilbab).
Kahvesi Dunyasi at Airport
 Akhirnya, dengan modal minim, kami sebagai fakir wifi masuk ke kedai kopi di bandara untuk mendapatkan wifi gratis sekaligus menghabiskan waktu menunggu boarding time. Dan tampaknya kami sedikit kurang beruntung karena penerbangan kami ternyata delay 1 jam, huks.
Semalam apapun sampainya kami cukup tenang karena kami nanti akan dijemput pihak hotel sesuai jam kedatangan kami.

pose yang dipaksakan karena udah cape sehari semalam mainnya di bandara
Kami sampai di hotel Traveller's cave pension pada pukul 04.00 disambut sama Okan, pemilik hotel yang tadinya udah tidur trus terpaksa bangun nganterin kami ke kamar di lantai 2 sekalian bawain koper yang berat-berat lucu ini naik tangga. Selama nginep di hotel ini, Okan menjadi host yang ramah dan bisa diandalkan.
Pagi-pagi banget kami udah bangun dong, yang rencananya mau istirahat sampe waktunya kami dijemput untuk green tour ternyata gagal. Kami gatel mau liat-liat balon udara dari atap hotel.
Pemandangan dari atap, balon udara baru mulai berhamburan
Kota Goreme pada sesaat sebelum matahari terbit
berusaha mencari arah datangnya balon
Hari ini jadwal kami adalah mengikuti Green Tour dengan biaya 100TL. Sebagai informasi, semua tour yang kami ikuti adalah paket yang kami book dari hotel. Kami memutuskan ikut paket dari hotel karena lebih murah dibandingkan dengan yang ditawarkan di tempat lain dan dari blog-blog yang pernah gw baca. Sebenernya kami hanya cari referensi ke beberapa tempat aja sih. Rute green tour adalah: Derinkuyu Underground City, Ihlara Valley Hike, Selime Monastery, Pigeon Valley, Goreme Panorama dan Onyx Jewelry Factory. Kami memilih green tour karena mbah gugel mengatakan kalau tempat-tempat di paket green tour cocok buat yang pertama kali datang ke Goreme, tempat-tempatnya lebih jauh dibandingkan red tour dan lebih banyak yang bisa dieksplor. Semua tour disini dapat fasilitas antar jemput dan makan siang gratis, jadi tidak mengeluarkan biaya apapun lagi kecuali yang ingin belanja oleh-oleh ketika mampir di suatu tempat wisata. Eh ralat deh, ternyata harus tetap bawa uang kecil karena toilet disini rata-rata bayar 1TL alias 5000 perak untuk toilet yang kebersihannya tidak terjaga, huh!
pigeon valley
Mega di dalam Derinkuyu Underground City, bener-bener keliatan mega (raksasa) yaa :p
Pigeon Valley (lagi)
buat yang claustrophobia sangat tidak dianjurkan, lorong sekecil ini buat 2 arah dan lumayan panjaang

Ihlara Valley yang menurut gw mirip Ngarai Sianok di Padang
bersama anak sekolah yang study tour ke Ngarai Sianok Ihlara Valley
Ternyata tempat-tempat wisata yang kami datangi itu cukup ramai sampai kadang harus antri panjang untuk bergantian masuk ke tempat tersebut mekipun secara keseluruhan pemandangannya oke. Mungkin juga karena kami ikut tour ini pada hari minggu, makanya pengunjungnya membludak sampai berbarengan dengan murid-murid lokal yang lagi study tour, duh! Sebenernya ya, menurut gw pribadi, daerah Goreme itu sendiri udah cukup unik dengan kontur wilayah bebatuan, valleys dan chimneys macam flintstones, jadi mau kemanapun juga udah merupakan objek foto yang bagus. Tour yang dimulai pukul 10 dan berakhir pukul 6 sore dengan peserta sekitar 40 orang ini tidak terlalu berkesan buat gw. Dan ini baru gw sadari ketika gw ikut jeep tour keesokan harinya yang ternyata jauh lebih seruuu! 
makan siang kami! Yang mirip nasi goreng itu adalah bukan nasi, rasanya pun tidak seenak nasi, percayalah!
Selime Monastery
Selime Monastery (lagi)

Hari kedua di Cappadocia ini kami punya jadwal untuk naik Hot Air Balloon pada pagi harinya dan ikut Jeep Tour setelahnya. Provider untuk Hot Air Balloon yang kami pilih adalah Butterfly dengan harga 130 EUR. Kenapa Butterfly? karena dari Tripadvisor ratingnya cukup bagus. Dari pengalaman setelah kami naik, Butterfly ini mengandalkan teknik pilotnya yang emang udah berpengalaman cukup lama dengan turun ke lembah-lembah dan meliuk-liuk diantara lembah tersebut melewati cukup banyak daerah di Goreme sebelum akhirnya naik ke atas untuk melihat pemandangan secara luas. Starting pointnya Butterfly di atas bukit, berbeda dibandingkan dengan balon-balon lainnya. Kalau dari segi fotografi, kebetulan karena balon udara yang gw naiki tidak berkumpul dengan balon-balon lainnya ketika terbang di atas, maka fotonya agak sepi seperti hati saya. #eh
sarapan sebelum terbang, biar agak berat dan gak kebawa angin :p
konvoy balloon air

Sensasi ketika naik balloon air gimana? Kan mahal banget tuh, harusnya berkesan dong ya?
Jadi nih ya, pas mau tidur udah pasang alarm di semua hp biar gak kebablasan, pada saat dijemput pada pukul 04.30 pagi kami udah super semangat. Persiapan yang paling total sih terkait kostum karena kami gak mau: 1) ketika di atas balon udara kedinginan karena kostumnya ketipisan 2) ketika foto-foto di balon udara bajunya gak oke trus bete 3) ketika di balon udara susah gerak karena bajunya terlalu ribet, dimana ketiganya akan merusak suasana dan jadi gak bisa nikmatin pemandangan. Alhasil kostum yang dipakai adalah: celana panjang nyaman (bukan jins), kaos agak tebal dilapisi jaket tebal, sepatu keds dan sarung tangan yang akhirnya dilepas ketika sudah naik karena tangan jadi susah mengoperasikan kamera. Btw, ketika udah sunrise, udah gak berasa dingin kok jadi kostumnya jangan lebay yah.
Add caption

Sebelum naik balon udara, kami diantar ke basecampnya si provider balloon air buat sarapan dulu. Disana udah banyak orang karena semua yang mau terbang pada hari itu dikumpulin semuanya disitu (sekitar 50an orang). Sarapannya alhamdulillah nikmat, bukan salad ala ala yang susah ditelen melainkan buah-buahan semacam strawberry, pisang, anggur dan lainnya. Trus juga ada croissant dan cake yang rasanya enakkk! Perut kenyang hati senang lah pokoknya.
Dari tempat sarapan kami diantar naik minivan ke atas bukit yang jaraknya 15-20 menit. Sesampainya disana, balon udara udah menyambut di depan mata. Setiap waktu digunakan buat foto-foto sama big balloon dan itu berlaku buat semua orang dan akhirnya foto-fotonya gak ada yang bagus karena ramai orang.
baru akan terbang
Balon udaranya pacaran ;p
Right after sunrise

Balloon air squad asia region ;)
wine party preparation with our pilot
Selanjutnya kami ikut Jeep Tour dengan harga 40 EUR atas rekomendasi staf hotel. Tour ini modelnya privat dimana kami berempat naik Jeep diantar oleh supirnya ke tempat-tempat wisata sesuai di list. Kesannya gimana? Sangat memuaskan! Tempatnya anti mainstream, sepi, bisa foto tanpa gangguan 'cendol' dan penuh adrenalin karena jalannya offroad. Bener-bener worth it.
Rute Jeep Tournya yaitu: driving from Goreme to Uchisar.  Our first stop is the majestic vista point overlooking Goreme. From the panoramic view point, we will drive to Ibrahimpasa village (the Greek name is Babayan). There is a  bridge in the centre that crosses a gorge which dates back to 1939 but a recent facelift has left it looking brand new. On either side you will see fine old stone Cappadocian houses with highly decorative facades that rise up amid the newer builds.On the other side of the village a path winds down to views over a glorious unspoilt valley. Our next stop will be Pancarlık Church (Beet Valley). It is a monastic church housed inside a group of rock cones. The flat ceiling of the church is still completely covered with frescoes in which reds and greens predominate as is the upper part of the small apse and large parts of the north and south walls.
Not far away is the Sarıca Church which was only discovered quite recently (it was buried under mounds of earth) and which has been completely restored. It stands in splendid isolation and is only open from April through to the end of October. We will then drive  to Gomeda Valley and explore one of the hidden beauties of Cappadocia. This valley is known to be the most greenest valley of Cappadocia. Our last stop will be Mustafapasa village, a former Greek town which was inhabited by “Rums” (Greeks) until 1924 population exchange. You can visit the old Greek mansions and have a short walk in this town.
Men, puas banget men, jalan-jalan privat ke tempat-tempat yang bagus dan sepi bebas nentuin waktu dan foto-foto sesuka hati. You should take this tour guys. Disini sumbernya foto-foto alay dengan bebas tak terbatas.
pigeon valley
pigeon valley (2)

Ibrahimpasa village




the view that i love the most, Mustafapasa village

pemandangan dari atas hotel orang
Untuk Hot Air Balloon Tour dan Jeep Tour, ketika tour berakhir maka diadakan Champagne Party yang mana tidak kami minum si champagnenya ituh, kami memilih minum juice dan teh meskipun ketika ditawarkan katanya champagne tersebut halal, nah makin bingung lah kita karena baru tahu ada champagne halal, hihi..
Lanjut dari Jeep Tour kita minta diantar ke Goreme Open Air Museum yang letaknya cukup dekat dengan hotel kami. Di museum ini kami tidak terlalu lama karena sudah capek dan isinya pun hampir sama dengan apa yang telah kami lihat di tour-tour sebelumnya.
otogar

Tidak lupa sebelum meninggalkan Cappadocia kami membeli oleh-oleh dulu. Tempat buat beli oleh-oleh cukup banyak ya, terutama di sepanjang jalan dekat dengan otogar, coba aja didatengin satu-satu. Disini harga magnet kulkas rata-rata 2 TL, lebih murah dibandingkan di Istanbul yang rata-rata harganya 10 TL dapat 3.

Malam hari sekitar pukul 8 kami berangkat menuju Pamukkale dengan bis malam dari Goreme Otogar. Tiket saya beli pada sore harinya setelah saya mengikuti jeep tour dengan harga 55 TL.

TIPS:
1. Pesanlah hotel dari jauh hari sebanyak-banyaknya yang cocok di budget dan lokasinya oke, tapi yang free cancellation ya, biasanya ada booking.com. Ketika hotel sudah terpesan, maka mereka akan menyampaikan email penawaran kepada kita terkait fasilitas ataupun paket-paket tour yang bekerja sama dengan hotel tersebut. Dari situ, kita pilih yang paketnya paling sesuai buat kita dari segi harga ataupun hal-hal lainnya. Kalau sudah cocok, maka kita cancel pilihan hotel-hotel kita yang lainnya.

2. Buat yang mau naik balloon air, perhatikan banget kondisi cuaca pada saat itu, apalagi untuk yang travel periodnya cukup singkat, karena beroperasinya balloon air sangat tergantung dengan cuaca serta angin. Jika durasi traveling ke Goreme lebih dari satu hari, maka diusahakan naik balloon air pada hari pertama sehingga jika pada hari tersebut cuaca buruk dan balloon air tidak beroperasi, maka jadwal dapat dimundurin ke hari berikutnya.

3. Kalau mau mengunjungi museum-museum di Turki yang tersebar di berbagai kota, sebaiknya beli tourist museum pass karena harganya jauh lebih murah dibandingkan beli tiket masuk per visit.

“We live in a wonderful world that is full of beauty, charm and adventure. There is no end to the adventures we can have if only we seek them with our eyes open.” – Jawaharial Nehru


You Might Also Like

0 komentar

Instagram