Turkey - Pamukkale

September 29, 2017

Hari ke 4 (3 Mei 2016)

Tiba di Pamukkale pada pagi hari sekitar jam 6. Provider bis antar kota cukup banyak, yang terkenal yaitu Metro, Suha, Nevsehir dan lainnya. Kami diturunkan dari bis di suatu jalan besar yang sepi dimana hampir semua penumpang diturunkan disini. Dalam kondisi setengah sadar karena baru bangun dari tidur, kami ikut arus saja. Ketika koper kami diturunkan dari bis, ada supir dari shuttle yang membawanya masuk ke shuttle bus. Kami berpikir bahwa shuttle itu satu paket dengan bis dan akan mengantarkan kami ke Otogar (terminal bis). Terdapat beberapa shuttle dan hampir seluruh penumpang yang turun langsung naik ke dalam shuttle.
Jarak tempuh yang dilalui hanya sekitar 10 menit hingga sampai ke tujuan. Namun ternyata, tujuan tersebut bukanlah Otogar melainkan hotel tempat pemilik shuttle tersebut. Kami bingung kenapa tujuan akhirnya adalah hotel yang lokasinya entah dimananya otogar. Kami tanyakan kepada pemiliknya, mereka malah menawarkan paket tour Pamukkale. Haduuh, ternyata ini emang akal-akalannya si pemilik hotel yang sudah bekerja sama dengan pihak bus. Kami berusaha menolak dan menanyakan dimana letak otogar yang terdapat minibus yang dapat mengantar kami ke tempat wisata. Namun jawaban pemilik hotel tersebut berbelit-belit dan tetap menawarkan paket yang katanya harganya cukup murah. Karena kami masih sedikit lelah ingin istirahat di ruang tamu hotel tersebut namun tidak mau bayar mahal, maka kami coba menawar paket tersebut dengan harga rendah dan akhirnya kami deal dengan harga 70 TL yang ditawarkan pihak hotel, padahal sebelumnya saya sudah googling kalau harga tiket masuk ke Pamukkale yang ada travertinesnya itu hanya 25TL sodara-sodara.. Di hotel ini kami diperbolehkan menggunakan 1 kamar namun hanya untuk bersih-bersih saja, bukan untuk menginap. Selain itu, terdapat free wifi dan sarapan roti gratis, lumayan lah ya. Terlebih lagi setelah kami mengetahui bahwa terdapat turis Indonesia yang datang ke hotel ini bersama dengan kami dalam satu shuttle bus, mereka membayar paket tour yang sama dengan harga 60 EUR pada hari sebelumnya! Antara senang mendapat harga murah dan kesal karena pihak tour tega memberi tarif yang cukup tinggi kepada turis. Kalau itu kejadian pada kami mungkin kami udah bete seharian. Oiya, perlu diingat bahwa nama hotel yang menjebak kami adalah Koray Otel. 
Jadi, setau gw dan menurut pengalaman gw, tempat wisata yang bagus di Pamukkale itu terpusat di satu lokasi. Akses menuju kesana bisa menggunakan minibus dari otogar ke tempat wisata tersebut dengan waktu hanya 5-10 menit. 
Di dalamnya terdapat beberapa lokasi bersejarah/ tempat wisata, antara lain: travertines/ cotton castle yang paling ngehits yang bentuknya kolam kecil berundak-undak berwarna putih, Hierapolis theatre, Cleopatra's pool, museum the roman bath (masuknya bayar lagi), dan masih banyak lagi pokoknya.

pintu masuk Pamukkale


Tiket masuk Hierapolis/Pamukkale travertines sebesar 25TL dengan waktu buka pada bulan Nov-March 6am-6.30pm dan untuk bulan April-Oct 6am-midnight.
Terdapat biaya tambahan jika ingin berenang di Antique pool, yaitu sebesar 32TL dengan waktu buka  pada bulan Nov-March 8am-5.30pm dan untuk bulan April-Oct 8am-7.30pm. Tour dimulai pada jam 10 dengan menjemput turis-turis lainnya yang tinggal di hotel berbeda-beda. Rata-rata mereka belum siap dan kami menunggu cukup lama untuk mereka, huh banget. Ketika semua sudah dijemput dan menuju ke tempat wisata, ternyata hujan turun sebentar dan kemudian berhenti. Kejadian ini berulang beberapa kali hingga akhirnya hujan benar-benar turun dengan derasnya dan cukup lama hingga kami melewatkan 1 tempat wisata, yaitu theatre hierapolis. 


reruntuhan pilar di dalam Pamukkale
 
Travertines
Tujuan utama kami kesini adalah foto-foto dan main air di travertines. Namun, sejak disini hujan turun terus menerus sehingga saya nekat main air sambil hujan-hujanan dan berusaha mencari spot yang oke buat foto. Perjuangan untuk foto akhirnya dihentikan dan saya menyerah dengan berlarian-larian buat berteduh di toko souvenir.





gagal foto cotton castle yang berundak-undak :(

Ketika jam 2 siang, travel guide kami memanggil para peserta tour untuk meninggalkan tempat wisata ini dan beranjak makan siang di suatu tempat. Kami dibawa ke restoran yang lumayan oke karena makanannya banyak dan modelnya prasmanan. Jenis makanannya kayak makanan hotel yang menyediakan appetizer, berbagai makanan berat dan dessert yang cihuy! Disini kami mulai merasa bahwa harga yang kami bayar untuk paket tour ini ternyata worth it. 
Selesai makan, kami diantar kembali ke hotel untuk persiapan menuju Selcuk, destinasi kami selanjutnya. Waktu telah menunjukkan pukul 3 sore dan kami menunggu agak lama hingga minibus yang akan mengantar kami tiba. 

Tips:
  1. Pamukkale adalah tempat yang tidak terlalu luas dan tidak banyak daerah wisatanya. Kalau mau kesini lebih baik pp saja daripada menginap. Pada saat mengikuti tour dan turut menjemput turis-turis di hotelnya masing-masing, saya tidak melihat ada yang menarik sama sekali, kotanya termasuk sepi dan biasa-biasa saja. Yang khas disini mungkin thermal waternya ya karena hotel-hotel disini rata-rata menawarkan fasilitas tersebut.
  2. Wisata di Pamukkale rata-rata berhubungan dengan air, jadi sebaiknya mempersiapkan diri membawa baju ganti.

You Might Also Like

0 komentar

Instagram